
Tanaman pala merupakan jenis dioecius ( berumah dua ) sehingga terdapat pohon jantan dan pohon betina. maka diperlukan penyerbukan silang untuk dapat menghasilkan buah pala. Daunnya uang langsing membentuk elips, buahnya lonjong seperti buah lemon, berwarna kuning dan meraroma khas karena mengandung banyak minyak atsiri, selain itu daging buah pala juga dapat dibuat manisan pala. Biji pala sendiri terbungkus dalam lapisan / selaput tipis yang disebut fulli atau mace dan dalam istilah farmasi disebut dengan myristicae arillus atau macis.
Tanaman pala dapat dipanen perdana pada usia 7 - 9 tahun dan kemampuan berbuah pada usia 25 tahun dan setelah itu tanaman pala berproduksi stabil hingga berumur puluhan tahun, akan mengalami penurunan produksi saat musim kemarau hebat. Tanaman pala dapat tumbuh hingga ketinggian 25 meter. Kandungan minyak atsiri pala sekitar 7 - 14 %. Bubuk pala dimanfaatkan sebagai bahan penyedap makanan dan juga sebagai salah satu bahan pembuat kue ata roti. Selain itu bubuk pala sebagai bahan penyegar aroma pada saus, sayuran dan minuman penyegar. Sedangkan minyak atsiri dimanfaatkan untuk campuran parfum dan juga sebagai salah satu bahan baku kosmetika serta sabun mandi.

a. Klasifikasi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Trache obionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas: Magnoliidae
Ordo: Magnoliales
Famili: Myristicaceae
Genus: Myristica
Spesies: Myristica fragrans Houtt
b. Deskripsi
Habitus: tanaman pohon
Akar : tunggang
Batang : bentuk batang bulat dan tegak lurus dengan tinggi mencapai 20 meter.
Daun : berbentuk elips, bagian bawah daun berwarna hijau kebiru-biruan, sedangkan bagian atas berwarna hijau tua.
Bunga : biasanya berkelamin dua (hermaphrodit), berbentuk malai.
Buah dan Biji : buah berbentuk bulat, lebar. Kulit buah licin, dan pada buah muda berwarna hijau muda sedang bila buah sudah matang, maka kulit buah ada yang berwarna kuning pucat dan ada yang kulit hijau kekuningan. Pala berbiji tunggal, dan dilindungi oleh tempurung ( dibungkus oleh fuli ). Biji berbentuk bulat telur dan lonjong. Jika sudah tua, warnanya berubah menjadi cokelat tua, kemudian permukaannya licin. Namun, jika masih muda permukaannya keriput, beralur dengan warna cokelat muda di bawahnya dan cokelat tua di bagian atasnya.

c. Asal Tanaman dan Persebaran
Asal: Indonesia ( Kep. Banda )
Persebaran : Kepulauan Maluku, Sulawesi Utara, Sumatera Barat, Aceh, Jawa Barat dan Papua
d. Nama Daerah
Falo ( Nias ), palo ( Minangkabau ), pahalo ( Lampung ), pala ( Sunda ), paala bibinek ( Madura ), kalapelane ( Seram ), parang ( Minahasa ), dan gosoka ( Halmahera, Tidore, dan Ternate ).
SUPPORTED BY :

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
terima kasih kunjungannya. silahkan lihat detailnya di
www.nusapalapa.com
tempatnya juragan kumpul