Portal iklan gratis

Portal iklan gratis
Tempatnya juragan kumpul

LOKASI LAPAK KAMI

.

Untuk pemesanan dan konsultasi bibit tanaman, silahkan hubungi staf kebun kami ;

Nusapalapa Nursery

Depan SDN 1 Rawalo Desa Rawalo

Kec Rawalo Kab Banyumas

Jawa tengah

Hp 0813 9162 9654



Rabu, 23 Oktober 2013

Pengenalan Bibit Sukun




 Orang Eropa mengenal Sukun dengan nama Breadfruit atau dalam bahasa Belanda Broodvrucht. Hal ini karena buah sukun memang memiliki bagian empuk yang serupa dengan roti setelah dilakukan pengolahan ( biasanya dengan cara di goreng ). 

Buah sukun Artocarpus altilis Fosb merupakan tanamman Kultivar yang terseleksi sehingga tidak berbiji sesuai dengan namanya. Sukun dalam bahasa jawa yang berarti tanpa biji dan dipakai juga untuk Kultivar jenis tanaman buah lain yang tidak berbiji. Seperti jambu sukun, semangka sukun, melon sukun, dll.

Kluwih merupakan moyang dari Sukun. Klewih memiliki biji ( dianggap tanaman setengah liar ) dikenal sebagai timbul, kulur ( bahasa Sunda ), atau kluwih ( bahasa Jawa ), kulu ( bahasa Aceh ), kalawi ( Minang ). Di daerah Pasifik, kulur dan sukun menjadi sumber karbohidrat penting. Di sana dikenal dengan berbagai nama, seperti kuru, ulu, atau uru. Nama ilmiahnya untuk Kluwih adalah Artocarpus camansi




Berikut ini adalah susunan Klasifikasi Botani tanaman Sukun :

Kingdom : Plantae

Filum : Magnoliophyta

Kelas : Magnoliopsida

Ordo : Rosales

Famili : Moraceae

Genus : Artocarpus

Spesies : Artocarpus altilis Fosb


Buah Kluwih


Buah Sukun (tak berbiji) merupakan bahan pangan penting sumber karbohidrat di pelbagai kepulauan di daerah tropik, terutama di Pasifik dan Asia Tenggara. Sukun dapat dimasak utuh atau dipotong-potong terlebih dulu: direbus, digoreng, disangrai atau dibakar. 

Buah yang telah dimasak dapat diiris-iris dan dikeringkan di bawah matahari atau dalam tungku, sehingga awet dan dapat disimpan lama. Timbul, kulur, atau Kluwih (yang berbiji) lebih banyak dipetik tatkala muda, untuk dijadikan sayur lodeh, sayur asam, atau ditumis dengan cabai. Biji timbul yang tua juga kerap direbus, digoreng, atau disangrai untuk dijadikan camilan. 


Buah sukun


Pohon Sukun (atau pohon timbul) umumnya adalah pohon tinggi, dapat mencapai 30 m, meski umumnya di pedesaan hanya belasan meter tingginya. Hasil perbanyakan dengan klon umumnya pendek dan bercabang rendah. Batang besar dan lurus, hingga 8 m, sering dengan akar papan (banir) yang rendah dan memanjang.

Bertajuk renggang, bercabang mendatar dan berdaun besar-besar yang tersusun berselang-seling; lembar daun 20-40 × 20-60 cm, berbagi menyirip dalam, liat agak keras seperti kulit, hijau tua mengkilap di sisi atas, serta kusam, kasar dan berbulu halus di bagian bawah. Kuncup tertutup oleh daun penumpu besar yang berbentuk kerucut. Semua bagian pohon mengeluarkan getah putih (lateks) apabila dilukai.




Perbungaan dalam ketiak daun, dekat ujung ranting. Bunga jantan dalam bulir berbentuk gada panjang yang menggantung, 15-25 cm, hijau muda dan menguning bila masak, serbuk sari kuning dan mudah diterbangkan angin. Bunga majemuk betina berbentuk bulat atau agak silindris, 5-7 × 8-10 cm, hijau. Buah majemuk merupakan perkembangan dari bunga betina majemuk, dengan diameter 10-30 cm. Forma berbiji (timbul) dengan duri-duri lunak dan pendek, hijau tua. Forma tak berbiji (sukun) biasanya memiliki kulit buah hijau kekuningan, dengan duri-duri yang tereduksi menjadi pola mata faset segi-4 atau segi-6 di kulitnya.

Biji timbul berbentuk bulat atau agak gepeng sampai agak persegi, kecoklatan, sekitar 2,5 cm, diselubungi oleh tenda bunga. Sukun tidak menghasilkan biji, dan tenda bunganya di bagian atas menyatu, membesar menjadi 'daging buah' sukun.

Di pulau-pulau Pasifik, kelebihan panen buah sukun akan dipendam dalam lubang tanah dan dibiarkan berfermentasi beberapa minggu lamanya, sehingga berubah menjadi pasta mirip keju yang awet, bergizi dan dapat dibuat menjadi semacam kue panggang. Sukun dapat pula dijadikan keripik dengan cara diiris tipis dan digoreng.

Sukun dapat menghasilkan buah hingga 200 buah per pohon per tahun. Masing-masing buah beratnya antara 400-1200 gr, namun ada pula varietas yang buahnya mencapai 5 kg. Nilai energinya antara 470-670 kJ per 100 gram. 


 

Tidak mengherankan bila sukun menarik minat para penjelajah Barat, yang kemudian mengimpor tanaman ini dari Tahiti ke Amerika tropis ( Karibia ) pada sekitar akhir 1780an untuk menghasilkan makanan murah bagi para budak di sana.

Daging buah yang telah dikeringkan dapat dijadikan tepung dengan kandungan pati sampai 75%, 31% gula, 5% protein, dan sekitar 2% lemak.




Daunnya dapat dijadikan pakan ternak. Kulit batangnya menghasilkan serat yang bagus yang pada masa lalu pernah digunakan sebagai bahan pakaian lokal. Getahnya digunakan untuk menjerat burung, menambal (memakal) perahu, dan sebagai bahan dasar permen karet.

Kayu sukun atau timbul berpola bagus, ringan dan cukup kuat, sehingga kerap digunakan sebagai bahan alat rumah tangga, konstruksi ringan, dan membuat perahu.




SUPPORTED BY : 












Tidak ada komentar:

Posting Komentar

terima kasih kunjungannya. silahkan lihat detailnya di

www.nusapalapa.com

tempatnya juragan kumpul